1. Pilih peralatan kalibrasi yang tepat:
Sphygmomanometer merkuri standar: Ini adalah peralatan referensi kalibrasi yang umum digunakan. Produk dengan sertifikasi metrologi profesional, presisi tinggi dan stabilitas yang baik harus dipilih. Misalnya merk Yutu, merk Yuyue dan sphygmomanometer air raksa lainnya yang memenuhi standar nasional.
Kalibrator elektronik: Beberapa kalibrator elektronik profesional juga dapat digunakan untuk mengkalibrasi sphygmomanometer elektronik. Pastikan mereka memiliki fungsi pengukuran tekanan dan keluaran sinyal yang akurat dan dapat mensimulasikan sinyal tekanan darah manusia. Misalnya beberapa kalibrator elektronik dari Fluke.
2. Kondisi lingkungan:
Suhu: Suhu lingkungan kalibrasi harus dijaga dalam kisaran yang relatif stabil, umumnya disarankan pada 18 derajat -25 derajat . Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mempengaruhi keakuratan pengukuran sphygmomanometer elektronik.
Kelembapan: Kelembapan sekitar harus 40%-60%. Kelembapan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan komponen elektronik menjadi lembap dan mempengaruhi kinerja sphygmomanometer; kelembapan yang terlalu rendah dapat menimbulkan listrik statis dan mengganggu hasil pengukuran.
3. Langkah-langkah operasi:
Persiapan: Sebelum kalibrasi, pastikan sphygmomanometer elektronik memiliki daya yang cukup untuk menghindari pengukuran yang tidak akurat karena daya yang tidak mencukupi. Pada saat yang sama, periksa apakah mansetnya utuh, tidak ada kebocoran udara, dan apakah sambungan pipa normal.
Penempatan yang benar: Letakkan sphygmomanometer elektronik di atas meja yang stabil dan horizontal untuk menghindari kemiringan atau getaran.
Hubungkan peralatan kalibrasi: Sesuai dengan instruksi peralatan kalibrasi, sambungkan sphygmomanometer elektronik dan peralatan kalibrasi dengan benar. Jika dikalibrasi dengan sphygmomanometer merkuri, perlu dihubungkan melalui adaptor khusus.
Lakukan kalibrasi: Ikuti prosedur kalibrasi sphygmomanometer elektronik dan operasikan langkah demi langkah. Misalnya, beberapa sphygmomanometer perlu masuk ke mode kalibrasi tertentu dan kemudian memasukkan data kalibrasi seperti yang diminta.
4. Beberapa pengukuran dan perekaman data:
Beberapa pengukuran: Untuk memastikan keakuratan hasil kalibrasi, beberapa pengukuran harus dilakukan, umumnya setidaknya 3-5 kali. Interval waktu antara setiap pengukuran harus konsisten untuk mengurangi kesalahan.
Pencatatan data: Catat dengan cermat data setiap pengukuran, termasuk informasi rinci seperti waktu pengukuran dan nilai pengukuran.
5. Analisis hasil kalibrasi:
Hitung nilai rata-rata: Hitung nilai rata-rata data dari beberapa pengukuran untuk mengurangi pengaruh kesalahan dari satu pengukuran.
Tentukan keakuratannya: Bandingkan nilai rata-rata dengan nilai standar peralatan kalibrasi untuk menentukan apakah kesalahan pengukuran sphygmomanometer elektronik berada dalam kisaran yang diijinkan. Secara umum, kesalahan pengukuran monitor tekanan darah elektronik harus dikontrol dalam ±3mmHg.
6. Tindakan pencegahan lainnya:
Kalibrasi rutin: Monitor tekanan darah elektronik harus dikalibrasi secara teratur. Umumnya disarankan untuk mengkalibrasi setiap 6 bulan hingga 1 tahun. Jika monitor tekanan darah sering digunakan atau terjadi pengukuran abnormal, maka harus dikalibrasi tepat waktu.
Ikuti petunjuknya: Metode kalibrasi monitor tekanan darah elektronik dari berbagai merek dan model mungkin sedikit berbeda. Pastikan untuk mengikuti dengan ketat persyaratan manual produk untuk operasi kalibrasi.
Perawatan profesional: Jika monitor tekanan darah elektronik mengalami masalah atau tidak dapat dikalibrasi selama proses kalibrasi, Anda harus menghubungi personel pemeliharaan profesional atau layanan pelanggan pabrikan. Jangan membongkar atau memperbaikinya sendiri.