1. Faktor instrumen
Merek dan kualitas: Monitor tekanan darah elektronik dari berbagai merek memiliki perbedaan dalam desain, proses produksi, dan pengendalian kualitas, yang secara langsung akan mempengaruhi keakuratan dan tingkat kesalahan pengukurannya. Secara umum, merek terkenal biasanya lebih ketat dalam penelitian dan pengembangan teknologi serta standar produksi, dan tingkat kesalahan produknya relatif rendah.
Kalibrasi: Monitor tekanan darah elektronik perlu dikalibrasi secara teratur untuk memastikan keakuratan pengukuran. Jika tidak dikalibrasi dalam waktu lama, atau proses kalibrasi tidak teratur dan tidak akurat, tingkat kesalahan akan meningkat.
Masa pakai: Seiring bertambahnya waktu penggunaan, beberapa bagian monitor tekanan darah elektronik mungkin mengalami masalah penuaan, keausan, dan masalah lainnya, yang akan memengaruhi keakuratan pengukuran dan meningkatkan tingkat kesalahan.
2. Pengukuran faktor lingkungan
Suhu: Suhu lingkungan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mempengaruhi hasil pengukuran monitor tekanan darah elektronik. Suhu pengukuran yang sesuai secara umum adalah 18 derajat -25 derajat . Di luar kisaran ini, sensor dan komponen lain dari monitor tekanan darah mungkin tidak berfungsi dengan baik, sehingga meningkatkan kesalahan.
Kelembapan: Kelembapan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan komponen elektronik menjadi lembap, sehingga mempengaruhi kinerjanya; kelembapan yang terlalu rendah dapat menimbulkan listrik statis, mengganggu sinyal pengukuran, dan meningkatkan tingkat kesalahan. Umumnya, kelembapan relatif 40%-60% lebih cocok.
Gangguan medan elektromagnetik: Jika terdapat medan elektromagnetik yang kuat di sekitar lingkungan pengukuran, seperti di dekat peralatan listrik besar, oven microwave, dll., hal ini dapat mengganggu pengoperasian normal monitor tekanan darah elektronik dan menyebabkan kesalahan pengukuran.
3. Faktor metode pengukuran
Postur pengukuran: Postur pengukuran yang benar sangat penting untuk mendapatkan nilai tekanan darah yang akurat. Misalnya, lengan harus dijaga sejajar dengan jantung selama pengukuran. Jika lengan terlalu tinggi atau terlalu rendah, hasil pengukuran akan menjadi bias.
Pemakaian manset: Ukuran dan kekencangan manset akan mempengaruhi hasil pengukuran. Jika manset terlalu ketat maka nilai tekanan darah akan terlalu tinggi, dan jika terlalu longgar maka nilai tekanan darah mungkin terlalu rendah.
Waktu pengukuran: Tekanan darah tubuh manusia akan berfluktuasi sampai batas tertentu sepanjang hari, dan hasil yang berbeda dapat diperoleh dengan mengukur pada waktu yang berbeda. Selain itu, setelah melakukan aktivitas seperti olah raga, makan, merokok, dan minum, sebaiknya tunggu beberapa saat sebelum melakukan pengukuran untuk menghindari pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap tekanan darah.
Faktor orang yang diukur
Perbedaan individu: Kondisi fisik setiap orang, elastisitas pembuluh darah, dll. berbeda, yang akan menyebabkan monitor tekanan darah elektronik menghasilkan kesalahan tertentu saat mengukur individu yang berbeda. Misalnya, kesalahan pengukuran tekanan darah pada lansia mungkin relatif besar karena buruknya elastisitas pembuluh darahnya.
Keadaan fisiologis: Faktor fisiologis seperti suasana hati seseorang yang diukur, keadaan olahraga, pola makan, dll juga akan mempengaruhi hasil pengukuran tekanan darah. Misalnya, mengukur tekanan darah saat Anda sedang bersemangat secara emosional dapat menyebabkan nilai tekanan darah menjadi lebih tinggi.