1. Pilih manset yang tepat: Ukuran manset sphygmomanometer aneroid harus sesuai dengan lingkar lengan subjek. Jika manset terlalu kecil, pengukuran tekanan darah akan terlalu tinggi; jika manset terlalu besar, pengukuran tekanan darah akan terlalu rendah.
2. Kenakan manset dengan benar: Lingkarkan manset di sekitar lengan atas subjek, dan tepi bawah manset harus berjarak 2-3 cm dari fosa kubital. Manset harus dekat dengan kulit, namun tidak terlalu ketat atau terlalu longgar.
3. Pertahankan postur pengukuran yang benar: Subjek harus tetap dalam posisi duduk atau berbaring, dan lengan harus rileks tanpa mengerahkan tenaga. Saat mengukur, sphygmomanometer harus ditempatkan pada ketinggian yang sama dengan jantung subjek.
4. Hindari faktor gangguan: Saat mengukur tekanan darah, faktor gangguan seperti subjek berbicara, menggerakkan lengan atau badan harus dihindari. Pada saat yang sama, pengukuran tekanan darah harus dihindari segera setelah subjek baru saja selesai makan, minum alkohol, merokok, atau melakukan olahraga berat.
5. Kalibrasi sphygmomanometer secara berkala: Sphygmomanometer aneroid perlu dikalibrasi secara berkala untuk menjamin keakuratan hasil pengukurannya. Umumnya sphygmomanometer aneroid memerlukan kalibrasi setiap 6 bulan hingga 1 tahun.