1. Nilai yang diukur jelas tidak sesuai dengan suhu tubuh sebenarnya: Jika nilai suhu tubuh yang diukur beberapa kali dengan termometer elektronik berbeda secara signifikan dari perasaan Anda yang sebenarnya atau hasil pengukuran termometer lain yang dapat diandalkan, maka kalibrasi mungkin diperlukan.
2. Hasil pengukuran yang tidak stabil: Termometer elektronik mengukur bagian yang sama beberapa kali dalam waktu singkat, dan nilai suhu tubuh yang diperoleh sangat berfluktuasi dan tidak stabil. Misalnya, setelah beberapa kali pengukuran berturut-turut, hasilnya berbeda lebih dari 0,5 derajat setiap kali pengukuran.
3. Setelah mengganti baterai: Penggantian baterai termometer elektronik dapat mempengaruhi keakuratan pengukurannya, sehingga kalibrasi dapat dipertimbangkan setelah mengganti baterai.
4. Lingkungan penggunaan sangat berubah: Jika termometer elektronik dibawa dari tempat dengan perbedaan suhu lingkungan yang besar ke tempat lain untuk digunakan, atau suhu lingkungan, kelembapan, dan kondisi lainnya berubah secara signifikan selama penggunaan, hal ini dapat menyebabkan pengukuran yang tidak akurat. Saat ini, dapat dikalibrasi. Misalnya, gunakan termometer elektronik untuk mengukur suhu tubuh segera setelah memasuki ruangan hangat dari luar ruangan yang dingin.
5. Tidak digunakan dalam jangka panjang: Termometer elektronik sudah lama tidak digunakan. Jika digunakan kembali, mungkin perlu dikalibrasi untuk memastikan keakuratan pengukuran.
6. Mencurigai ada masalah dengan termometer: Jika termometer elektronik terbentur, terjatuh atau rusak, atau jika terjadi situasi abnormal selama penggunaan (seperti layar berkedip, tombol rusak, dll.), yang terbaik adalah kalibrasi atau periksa meskipun hasil pengukuran terlihat normal.